Harga Emas Dunia Terus Melambung, The Fed Diprediksi Pangkas Suku Bunga 2 Kali Hingga Akhir Tahun

Harga emas dunia terus melambung seiring ekspetasi pelaku pasar yang memprediksi Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali hingga akhir tahun ini.

Pada penutupan perdagangan Selasa (5/8/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup menguat 0,23% menjadi US$ 3.382,1 per troy ounce. Hal itu, menandai 4 hari kenaikan harga emas dunia secara berturut-turut dengan total sebesar 3,28%.

Kenaikan harga emas terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga acuan The Fed, setelah rilis data Purchasing Manager’s Index (PMI) terbaru yang mengecewakan.

Institute of Supply Management (ISM) melaporkan aktivitas sektor jasa AS yang dicerminkan dengan PMI berada di 50,1 pada Juli 2025, turun dari 50,8 pada Juni 2025, dan berada di bawah ekspektasi pasar dengan perkiraan 51,5.

Data PMI tersebut menggambarkan sektor jasa Negeri Paman Sam mengalami stagnasi. PMI di atas 50 memang menunjukkan aktivitas yang ekspansif, tetapi PMI AS di angka 50,1 pada Juli 2025 menunjukkan
terjadi perlambatan.

Hal itu, membuat investor yakin The Fed akan menurunkan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate (FFR) dalam pertemuan berikut, pada pertengahan September 2025. Konsensus bahkan menunjukkan The Fed kemungkinan akan menurunkan FFR sekali lagi hingga akhir 2025.

Pelaku pasar juga berspekulasi tentang kemungkinan Presiden AS, Donald Trump, merealisasikan niatnya untuk memecat Gubernur The Fed, Jerome Powell.

Spekulasi tersebut, menyusul pemecatan yang dilakukan Presiden Trump kepada Kepala Biro Statistik Ketenagakerjaan AS (BLS) setelah merilis data ketenagakerjaan AS yang jauh dari perkiraan. Tak hanya itu, BLS juga merevisi data ketenagakerjaan pada Mei dan Juni 2025, yang lebih rendah dari pengumuman sebelumnya.

Sebagai aset lindung nilai, emas cenderung diminati saat terjadi ketidakpastian dan dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Tak hanya emas, harga logam di pasar komoditas lainnya juga melesat, seperti perak yang ditutup naik 1,2% ke level US$37,85 per troy ounce, pada perdagangan Selasa (5/8/2025).

Pelaku pasar bahkan optimistis harga perak lebih menjanjikan daripada emas, dan diprediksi bisa melonjak hingga menembus US$42 per troy ounce.

  • Related Posts

    Purbaya: Aturan Baru DHE SDA Segera Diumumkan

    Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa aturan baru terkait penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sudah rampung dan siap diumumkan…

    Perubahan UMR dan UMK Yogyakarta Tahun 2026

    Dalam penetapan terbaru, UMR Yogyakarta tahun 2026, atau UMK Yogyakarta 2026, diumumkan bersama UMK daerah lain dan mulai berlaku 1 Januari. Kebijakan ini penting bagi pekerja dan pengusaha dalam menyesuaikan…

    You Missed

    Detail Baru iPhone Fold: Engsel Liquid Metal dan Harga Selangit

    • By admin
    • March 10, 2026
    • 6 views
    Detail Baru iPhone Fold: Engsel Liquid Metal dan Harga Selangit

    Iran jadikan aset ekonomi AS sebagai target serangan

    • By admin
    • March 9, 2026
    • 7 views
    Iran jadikan aset ekonomi AS sebagai target serangan

    Respons Indonesia Terhadap Krisis Energi Global

    • By admin
    • March 5, 2026
    • 8 views
    Respons Indonesia Terhadap Krisis Energi Global

    Kebijakan BBM Subsidi Tetap di Tengah Harga Minyak Melambung

    • By admin
    • March 4, 2026
    • 8 views
    Kebijakan BBM Subsidi Tetap di Tengah Harga Minyak Melambung

    Iran Inginkan D-8 Mengutuk Aksi AS dan Israel

    • By admin
    • March 3, 2026
    • 9 views
    Iran Inginkan D-8 Mengutuk Aksi AS dan Israel

    AS Roma dan Juventus Berakhir Seri dalam Pertandingan Enam Gol

    • By admin
    • March 2, 2026
    • 9 views
    AS Roma dan Juventus Berakhir Seri dalam Pertandingan Enam Gol