Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memainkan peran penting dalam melindungi pasar domestik dari barang selundupan. Barang-barang ilegal ini dapat mengganggu daya saing industri lokal dan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Dalam pelantikan pejabat eselon II di Kementerian Keuangan, Purbaya menekankan bahwa pertumbuhan permintaan domestik tidak akan optimal jika pasar dalam negeri dibanjiri barang ilegal. “Kalau domestic demand dikuasai barang selundupan, perusahaan dalam negeri tidak punya ruang untuk bersaing secara fair,”
tegasnya. Ia menggarisbawahi bahwa barang selundupan menciptakan persaingan tidak adil karena berasal dari perusahaan asing yang beroperasi tanpa ijin.
Bea Cukai harus berada di garis depan dalam menjaga pertumbuhan pasar domestik, menurut Purbaya. Pengawasan yang lemah dapat berdampak negatif pada penerimaan negara dari cukai dan pajak. “Kalau kita tidak bisa jaga pasar, cukai turun, pajak turun, saya rugi, kita semua dirugikan,”
kata Purbaya. Di samping itu, ia memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil harus didorong lebih tinggi untuk menyerap angkatan kerja baru dan mengoptimalkan penerimaan negara.
—








